Golden Period! 5 Tahap Perkembangan Anak Usia Toddler

anak usia toddler

Modernis.co, Jakarta – Anak usia toddler tuh jadi momen genting sebagai golden period yang bisa nentuin sedikit banyak kehidupan mereka kedepannya.

Toddler itu dimulai pas anak berumur sekitar 1 hingga 3 tahun. Pada usia ini anak mulai bisa jalan sempoyongan (to toddle), sehingga fase ini dinamain toddler.

Fase toddler ini juga sering dijuluki sebagai golden period atau masa keemasan. Sebab umur segitu adalah masa perkembangan fungsi otak anak secara signifikan. 

Nah, biar kita enggak kaget saat menghadapi si kecil yang lagi active dan kadang cranky, mari kita pahami 5 tahap perkembangan utama yang wajib banget kita support. 

1. Fase Gaspol (motorik kasar)

Pada tahap ini, anak menunjukkan perkembangan fisik yang paling mencolok. Mereka seperti baru menemukan tombol ON pada tubuhnya!

Anak mulai menguasai gerakan dasar yang dulunya mustahil. Awalnya, mereka berdiri tanpa pegangan, lalu pelan-pelan mereka berjalan, dan tahu-tahu mereka sudah bisa lari.

Di usia ini, anak menantang diri mereka sendiri dengan mencoba bergerak lebih banyak. Tugas orang tua adalah memberi mereka ruang yang aman untuk bergerak dan eksplorasi. Kurangi khawatir yang berlebihan.

2. Keterampilan Tangan Ajaib (motorik halus)

Selain gerakan besar, jari-jari si kecil juga mengalami upgrade signifikan. Perkembangan ini mendukung kemandirian mereka.

Si kecil mengembangkan kemampuan untuk memegang benda kecil dengan jempol dan telunjuk atau disebut pincer grasp. 

Mereka sekarang bisa menyusun balok-balok mainan sampai tinggi, mencoret-coret kertas dengan krayon, dan nyoba makan sendiri pake sendok. 

Momen ini akan melatih koordinasi mata dan tangan yang penting banget buat bekal awal di sekolah nanti.

3. Belajar Ngomong (bahasa)

Periode toddler adalah ledakan bahasa yang luar biasa. Kosakata mereka tiba-tiba bertambah pesat.

Awalnya, mereka cuma bisa bilang satu atau dua kata (“mama,” “minta”, “pulsa”) gitu kan. Lalu, anak mulai menggabungkan dua sampai empat kata menjadi kalimat sederhana (“Mama, ini bola!”). 

Rasa ingin tahu mereka pun melonjak, membuat mereka sering banget mengajukan pertanyaan. Kenapa bisa gitu, kok gitu, caranya gimana, itu apa, dll. Ini mah bakalan seru sih!

Kita sebagai orang tua harus sabar dan selalu merespons, berikan jawaban paling sederhana agar mereka paham.

Secara gak langsung komunikasi kita ke mereka itulah yang melancarkan pembentukan kemampuan bahasa mereka agar fasih saat berinteraksi.

4. Penemuan Konsep Sederhana (kognitif)

Jangan salah nih bunda, karena tertantang diri sendiri, terkadang para toddler menunjukkan kalau mereka bukan sekadar peniru, tapi juga pemikir dan inisiator yang andal. 

Mereka belajar memahami dunia lewat trial and error. Makanya kadang tingkah mereka selalu di luar dugaan kan ya.

Anak mulai mengenali bentuk dan warna dasar, tahu letak benda-benda yang sering mereka gunakan, dan paham konsep sebab-akibat sederhana (kalo mendorong mainan, mainan itu akan bergerak). 

Mereka juga suka banget bermain pura-pura atau role-playing, misalnya pura-pura jadi dokter atau koki. 

Kegiatan ini sangat penting karena mereka lagi ningkatin imajinasi dan kemampuan memecahkan masalah dasar yang nanti jadi skill penting saat dewasa.

5. Fase Tantrum (emosional dan sosial)

Kondisi poin terakhir ini sering banget bikin orang tua nepuk jidat. Inilah bagian yang paling menantang sekaligus paling relatable di kalangan orang tua. 

Toddler sedang membangun identitas diri, makanya emosi mereka lagi gonjang-ganjing banget. Apalagi kalo keinginannya tidak dituruti atau barang miliknya diambil.

Mereka juga sedang belajar mengekspresikan emosi, yang seringkali berujung pada tantrum. Makanya kita harus ngajarin mereka cara mengendalikan dan mengekspresikan emosi.

Emosi itu bukan cuma marah ges. Emosi itu perasaan, misalnya sedih, senang, bahagia, sebel, kesel, gelisah, takut, khawatir, dan semacamnya juga termasuk dari emosi.

Nah orang tua harus ngasih tau mereka cara mengungkapkan perasaannya dengan kata-kata, bahwa emosi itu gak harus diluapin pake tantrum.

Setiap anak melewati lima tahap ini dengan kecepatannya sendiri. Tugas kita adalah memberikan stimulasi, pendampingan, dan nutrisi terbaik. 

Demikian 5 tahap perkembangan anak usia toddler yang harus banget kamu tau. Jadi lebih bijak dan inisiatif ya pas ngrawat mereka. (IF)

editor
editor

salam hangat

Related posts

Leave a Comment